Opini
Manusia dan Harapan
Semula semuanya berawal dari sebuah mimpi . Ya,tak bisa di pungkiri pernyataan tersebut mutlak pernah teraplikasi/terjadi pada kehidupan saya . Saya pun yakin tidak hanya saya yang memiliki mimpi atau pernah bermimpi,Semua orang punya mimpi,semua orang punya harapan,semua orang punya cita-cita dan keinginan. Namun Buat apa kita bermimpi , buat apa kita berharap , dan untuk apa kita mengidamkan sesuatu jika itu semua hanya kita jadikan sebuah angan, angan yang hanya terlintas dalam benak dan tak teraplikasi pada kehidupan kita? Percuma bukan? Nihil? Jelas… . Tidak sedikit dari begitu banyaknya umat manusia di bumi ini yang hanya menjadikan mimpinya hanya sekedar menjadi impian,impian yang hanya berbentuk angan . Tak usa munafik saya pun juga begitu , dulu ketika saya duduk di sekolah dasar saya pernah bermimipi dan berangan menjadi professional muda komputer seperti ayah saya . Hingga pernyataan tersebut saya input kedalam daftar cita-cita saya . Hingga pada suatu ketika Selang beberapa tahun saya memasuki dunia sekolah menengah pertama . Disanalah saya mulai mencoba menarik pernyataan saya atau cita-cita saya menjadi seorang professional komputer . Hal itu terpicu antara lain karena begitu banyaknya persaingan di lingkungan sekolah dari skill yang dimiliki teman-teman se-angkatan yang menurut saya memiliki kemampuan atau pengetahuan tentang komputer yang jauh melebihi ambang batas kemampuan saya dan cukup membuat saya minder .


